Kalian tahu kan hari ini tanggal berapa? Yah, tanggal 30 Juni 2011 !!
Itu artinya Pengumuman SNMPTN 2011 udah nongol di koran-koran !
Sebenernya, kita gak perlu nunggu lama-lama dan repot-repot beli koran, karena tanggal 29 Juni 2011 jam 19.00 wib, kita udah bisa liat hasilnya di website resmi SNMPTN.
Tanggal 29 Juni pagi, aku pamit sama orangtuaku buat rutinitas biasa, yaitu jaga warnet. Aku udah minta doa sana sini buat hasilku nanti.
Nunggu jam 7 malem itu bukan sebentar, apalagi nunggunya dari pagi, ya udah aku sempet-sempetnya webcam sama sepupuku, haha, narsis, jangan langsung tutup page ini setelah kalian liat fotoku yah, wkwkwkwk :D
Pukul 18.00 WIB, aku ngeliat di Homeku, page yang ngebagiin hasil SNMPTN, dan aku langsung aja klik link itu. Sembari menunggu loadingnya, aku ngeliatin status temenku yang udah heboh aja, padahal kan masih jam 7 pengumuman yang bener. Eh, akhirnya kebuka dan muncul tampilan seperti ini.
Setelah aku masukkin nomor dan tanggal lahir aku, muncul tampilan yang buat penantianku selama ini cukup melegakan.
Liat dong, tulisan yang aku lingkari di bagian kiri atas? Aku nge-check itu berkali-kali karena takut salah. Aku seneng banget. Tapi, aku langsung berpikir, pengumuman yang bener kan jam 7 nanti, gimana kalo ini hoax? Aku lalu tenang lagi dan memilih buat gak ngabarin ini untuk sementara.
Oke, aku nunggu lagi. Sumpah, lama banget. Waktu aku buka website snmptn dan langsung ngeklik link buat hasilnya, yang muncul kayak gini nih.
Ngebetein kan? Asli! Aku kesel dan gerem ngeliat tampilan ini. Angka-angka detik yang bergerak itu loh, bikin waktu kita nunggu nambah berasa panjang banget.
Lagi nunggu-nunggu gitu, ada temen aku yang sms—yang gak bisa aku kasih tahu siapa namanya—nanyain kalo hasilnya udah keluar apa belum, yah aku jawab jujur kalo hasilnya udah keluar, tapi gak tau yang itu bener apa enggak, tunggu yang jam 7 aja.
Usut punya usut, akhirnya dia minta aku buat ngeliat hasil punya dia, gak perlu nunggu yang jam 7, buka di tempat aku buka tadi aja. Ya udah deh, aku turutin. Eh, tapi hasilnya gak keluar, kayak gini nih tampilannya.
Dan aku jawab seadanya dong, eh dia malah gak percaya dan bilang kalo aku nutup-nutupin hasil dia yang sebenernya gak lulus dan dia juga bilang aku plinplan karena tadi bilang bisa, sedangkan sekarang gak bisa.
Jujur, aku kesel banget. Aku kaget kenapa dia bisa mikir kayak gitu? Apa semua yang aku bilang itu bohong? Enggak kan? Aku punya buktinya kalo emang waktu aku lihat hasil dia, enggak bisa. Liat deh, tulisan yang aku lingkarin merah, “PENGUMUMAN BELUM DIBUKA”. Emang bener kayak gitu hasilnya, dan gak ada satupun yang aku tutupi. Aku kesel dan bales sms dia seadanya aja.
Udah deh, lupain masalah itu.
Akhirnya, tampilan waktu yang menyebalkan itu berubah juga jadi kayak gini.
Uwaaa, gak sabar !!!
Aku reload, dan sumpah, loadingnya lama banget banget banget. Akhirnya, muncul tampilan seperti ini nih.
Dejavu deh jadinya, haha, inget masa-masa nunggu hasil SNMPTN Undangan, huwahahaha :D
Setelah cukup berkali-kali klik “TRY AGAIN”, akhirnya muncul juga final resultnya, ini nih \(´▽`)/\(´▽`)/
Seneng?? Ya iyalah. Tapi, jujur nih, gak menutup-nutupi, sempet berpikir,”Yah, gak lulus FK nih.”
tahu gak sih gimana pengennya Papaku kalau aku jadi dokter? dokter itu cita-citaku dari kecil, dan aku rasa emang sampe sekarang. aku gak ada kesempatan lagi buat jadi dokter.
Aku bener-bener harus mengubur dalem-dalem cita-citaku jadi DOKTER. t
Gak lama dari itu, aku udah berasa artis. Ca ileeeeeee. Haha. Serius deh. Hapeku nerima banyak banget sms. Tiba-tiba aja, banyak temen yang nge-chat. Dan juga gak ketinggalan mention dari temen. Sibuk banget deh, apalagi aku kan lagi di warnet, tumben-tumbenan juga, banyak yang manggil dari tadi, ada yang mau minta di upload fotonya, ada yang nanya ini itu, banyak deh, aduuh jadi repot banget.
Sempet sedih juga karena ada beberapa temenku yang minta tolong aku buat liati hasil mereka, dan hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan, ada empat orang kalo gak salah.kasihan sama mereka, susah juga mau keluarin kata-kata dewasa yang bisa buat mereka tabah, karena kita gak dalam posisi yang sama dengan apa yang mereka hadapi sekarang.
Langsung aku usir deh, pikiranku yang sempet kecewa gak lulus FK.
“Liat dong Ndang, banyak orang yang gak keterima, sedangkan kamu udah keterima, tapi masih berpikir, yah gak lulus FK!”
Kata hati aku kira-kira bilang kayak gitu, Ya Allah, jahat banget yah aku, aku langsung deh terus-terusan baca hamdalah dan bersyukur.
Beberapa temen yang nanya, selain nanya lulus apa enggak, mereka juga nanya lulus di jurusan apa, maaf nih yah, aku sempet tengsin waktu mau kasih tahu, MIPA MTK, karena, pikiran aku ketika itu, bayarannya itu paling murah, dan takutnya kualitasnya juga rendah.
Eh, lagi galau-galau gitu dan akhirnya aku searching-searching PROSPEK MIPA MTK di MangGugel, aku ketemu artikel dari MAX POWER yang SUMPAH membangun banget! Check it out!
Saturday, February 13, 2010
MIPA = Fakultas Miskin Prospek?
Ini juga hasil dari tugas esai yang dikasih Bu Nina tersayang. Ini buatan Tincul, si mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia angkatan 2010. Kata dia, esai ini ia jadikan sebagai ‘balasan dan jawaban’ dari notes seorang teman di facebook yang ngebahas soal MIPA dan Teknik. Kenapa gue post di sini? Sebagai bukti bahwa walaupun jiwa gue sastra, tapi gue tetep orang IPA dan gue bangga jadi orang IPA! :D
MIPA = Fakultas Miskin Prospek?
Ketika kita hendak memilih jurusan di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, kita akan menemukan satu fakultas yang berisi jurusan-jurusan atau departemen-departemen ilmu murni, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan juga Farmasi. Di beberapa universitas, fakultas ini memiliki jurusan tambahan seperti Ilmu Komputer, Statistik, dan Instrumentasi. Fakultas tersebut adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Fakultas MIPA adalah fakultas yang terfokus pada konsep keilmuan secara murni dan mendalam di bidang pada masing-masing jurusan. Ini terlihat jelas dari kurikulum yang dimiliki oleh tiap jurusan. Misalnya pada jurusan Kimia, fokus konsepdiperdalam dengan adanya cabang-cabang seperti Kimia Analitik, Kimia Organik, Kimia Anorganik, dan Biokimia yang setiap cabangnya terdiri lagi dari berbagai spesifikasi. Begitu pula dengan jurusan yang lainnya.
Kefokusan paa ilmu dasar/murni yang dipelajari, membuat masyarakat berpikir bahwa MIPA adalah fakultas yang miskin dengan prospek dan prospek kerja. Sudah sangat berakar pola pikir dan anggapan bahwa lulusan MIPA hanya memiliki dua pilihan, ilmuwan atau guru. Ini disebabkan yang mereka pelajari hanyalah ilmu dasar dan kalaupun mereka bekerja di dunia perindustrian, mereka hanyalah konseptor penghuni laboratorium. Masalah penghasilan yang rendah pun turut menjadi bagian dari paradigma yang berkembang.
Padahal bila kita mengkaji lebih dalam lagi, kita akan menemukan fakta bahwa MIPA adalah ibu dari segala jurursan berbau sains. MIPA dapat pula diibaratkan sebagai akar dari sebuah pohon masa depan. Kalau kita sudah menjadi akar, bukankah kita akan punya banyak kesempatan untuk menumbuhkan jutaan cabang dalam mengembangkannya? Apalagi, di fakultas tersebut, para peserta didik akan diberikan penanaman pola pikir yang tidak diberikan di fakultas lain. Pola pikir yang berbeda dan berorientasi pada hal pasti akan menumbuhkan cabang-cabang yang kekar dan dinamis. Ketika sebuah pohon memiliki akar yang kuat, mau jadi pohon raksasa pun tidak masalah. Ini mengindikasikan bahwa visi menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar kemajuan bangsa akan tercapai dengan mudah bila para insan yang menghuni bangsa tersebut memiliki ilmu dasar yang kuat. Ini menunjukkan bahwa jurusan MIPA pun memiliki prospek yang luas.
Para lulusan MIPA pun memiliki banyak kesempatan untuk merangkul berbagai profesi. Industri perminyakan dan pertambangan yang dianggap sebagai lapangan kerja penuh untuk teknik, ternyata membutuhkan jasa ahli Kimia, Fisika, Biologi, dan Matematika dalam jumlah yang relatif banyak. Perkembangan teknologi yang dinamis membuat dunia perindustrian mencari berbagai cabang baru mengenai proses dan analisis metode produksi dari gabungan tenaga MIPA maupun teknik.
Negara Indonesia yang merupakan negara berkembang, membutuhkan pribadi-pribadi yang mandiri. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila orientasi para mahasiswa bukanlah bekerja, tapi menciptakan lapangan kerja. Para lulusan MIPA yang memang memiliki bakat sebagai konseptor, dapat membuat dan menciptakan inovasi baru untuk proyek-proyek pembangunan di segala bidang/sektor, seperti sektor pangan, kesehatan, teknologi komputer, dan konversi energi. Tentu saja ini akan menyerap banyak tenaga kerja.
Kita pun dapat melihat salah satu contoh sosok sukses hasil didikan Fakultas MIPA, yaitu Profesor Yohanes Surya. Beliau berhasil membawa Indonesia menjadi juara dunia Olimpiade Fisika Internasional tahun 2006. Kini, beliau merangkap banyak profesi sebagai ilmuwan, motivator, dosen, penulis, dan pengembang industri.
MIPA memang hanya berorientasi pada ilmu dasar secara mendalam, tetapi kreativitas dan pola pikir yang diterapkan secara baik akan menjadikan insan-insan MIPA sebagai insan-insan produktif yang tidak bergantung penuh kepada institusi/pemerintah dalam berkarya. Ini adalah jalan terbaik untuk menciptakan propek yang baik pula bagi lulusan MIPA dan tidak menutup kemungkinan bagi lulusan dari jurusan lain.
작성자: nizz 시간: 2/13/2010 01:05:00 AM
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Share to Google Buzz
라벨: fakultas, mipa, prospek
Keren kan?? Aku langsung senyum dan gak lagi deh mikir-mikir yang picik kayak gitu. keliatan gak bersyukur banget, Allah udah kasih yang terbaik kok!
senengnya lagi, pas udah sampe rumah, dan aku papa kasih selamet ke aku, aku bilang, "Dak lulus FK nah, Pa."
Papa jawab gini, "Yo sudah, berarti bukan itu yang terbaik!"
Oh My, sumpah aku seneng banget. I love you so much Dad :*
Besoknya, ada nama aku lho di koran :p
Sori, narsis dikit :p Ini aku liat dari SUMEKS ONLINE .
Ya Allah, jangan sampe deh aku gak bersyukur kayak gitu lagi.
Udah lulus aja seharusnya aku harus bangga, gak semua orang punya kesempatan kayak apa yang aku punya.
Apapun Universitasnya, apapun Jurusannya, semua tergantung dengan ORANG yang menjalaninya. Kalau mereka gak serius, walaupun mereka menempuh pendidikan di tempat favorit sekalipun, semuanya bakal sia-sia, sedangkan kalo mereka berusaha dengan semampu mereka, walaupun mereka menempuh pendidikan di tempat yang gak dikenal sekalipun, mereka bakal tetep jadi orang sukses, karena yang penting itu KEMAMPUAN!
Bagi yang belum lulus, YOK berjuang lagi! Masih banyak jalan menuju ROMA! Buat jadi sukses itu gak harus kuliah kok! Gak baik juga kalo kita terus-terusan DOWN dengan hasil yang gak bisa kita ubah lagi! Jadiin kegagalan ini adalah pelajaran berharga yang berguna buat kita. Keep Smile Guys ƪ(ˇ▼ˇ)¬
visitors
Followers
Blog Archive
Kamis, 30 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










4 komentar:
Apapun jurusannya, semua memiliki prospek :) asalkan kita tekun dan ikhlas ngejalaninnya. Selamat ya sudah jadi mahasiswa. Jadi dokter juga tidak melulu sukses. Allah tahu jalan masing-masing hamba-Nya :)
benar sekali :)
selamat juga yah yang mau jadi dokter.
sampai ketemu nanti di unsri yah :D
hahahaha sama tu kek kisah aq menegangkan nunggu pngumumn snmptn, dan hasilnya lulus teknik pertambangan unsri
wah baru kebaca komennya, selamat yaaa :))
Posting Komentar