Punya seseorang yang dikagumi? Sebagian besar dari kita pasti punya, begitu juga aku.
Aku punya seseorang yang sangat aku kagumi. Dia bukan seorang lelaki.
Eits, tapi jangan pikir aku penyuka sesama jenis yaaa. Aku masih suka sama cowok kok, haha.
Dia adalah seorang wanita, yah, wanita bukan cewek. Wanita yang sangat dewasa.
Aku kenal dia karena dia adalah kakak kelasku di SMP. Sejak pertama melihatnya saja, aku merasakan aura positif darinya. Dari tatapan matanya dan sejak itu aku langsung tahu kalau aku mengaguminya.
Pertama kali kami terlibat pembicaraan adalah ketika kami sama-sama berada di kantin. Dengan suara lembutnya dia mengajak aku berbicara, walaupun hanya sebentar.
Ada suatu kesempatan juga yang membuat aku bisa mengenalnya lebih jauh dan bisa berbicara banyak dengannya. Dia itu pintar bercerita dan membuat orang tertarik dengan apa yang diceritakannya, dia banyak tahu, dan dia ramah sekali.
Ketika aku duduk di bangku SMA pun, dia satu sekolah denganku. Tetapi, da beberapa kejadian yang membuat kekagumanku perlahan-lahan berkurang dengannya, tapi itu berjalan tidak terlalu lama, karena ketika dia tamat, kekagumanku kembali seperti semula.
Aku juga tidak tahu apa yang membuat aku begitu mengaguminya. Mungkin, aku berpikir banyak hal darinya yang sangat ingin aku miliki.
Secara fisik, dia cantik, tinggi, cukup putih, sedangkan aku? Biasa aja, pendek, sawo matang (gak mau dibilang hitam, haha).
Dia pinter dan punya banyak prestasi sampai taraf nasional, sedangkan aku? Gak pinter-pinter amat, dan prestasiku hanya dalam lingkup sekolah.
Dia punya pacar, baik, ganteng pula, sedangkan aku? Gak ada sama sekali O(╥﹏╥)o
Dia kaya, sedangkan aku? Biasa aja.
Dia alim banget, sedangkan aku? Alim aja.
Tutur katanya sopan banget serta lemah lembut, sedangkan aku? OH, MY, kadang ngalor ngidul, suara kenceng, asal ceplas ceplos, kalo ngakak bikin illfeel, gak teratur banget.
Kalau dipikir-pikir, aku berantakan banget ya? Haha.
Dia itu sosok yang terlihat sempurna dalam segi manapun, sedangkan aku? Jangan dicontoh deh, suka asal-asalan, kayak kata orang Palembang “sekendak jidat”, hahahaha.
Tapi, itu bukan berarti aku gak bersyukur atas apa yang aku punya yah. Aku malah sangat bersyukur.
Aku cuma terkadang suka berpikir, gimana yaa rasanya ada di posisi dia?
Pasti bahagia banget.
Siapa sih yang gak mau temenan sama dia?
Oh iya, dia itu juga pinter banget merangkai kata-kata menjadi sebuah puisi yang, jujur, menyentuh hati, tepat pada tujuan, dan mengena bagi orang yang membacanya.
Semoga aku bisa seperti dia yah. Walaupun gak sama, setidaknya mendekatilah ƪ(˘⌣˘)ʃ ƪ(˘⌣˘)ʃ
visitors
Followers
Blog Archive
Minggu, 26 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar