Jumat, 03 Juni 2011

SNMPTN = Tantangan !

Diposting oleh Endang Harahap di 6:22 PM
31 Mei akhirnya tiba juga.

Setelah acara "sedih-sedihan" akan hasil Undangan, aku menyiapkan mental untuk menghadapi SNMPTN Tertulis.

Membuka kembali buku-buku yang sebelumnya sempat ingin aku jadikan "arsip".
Belajar lagi dan lagi.
Tak kenal waktu.

Kalau tentor lesku berkata, "Sehari sebelum tes kalian itu istirahat full, jangan lagi belajar."
Aku langsung menjawab dalam hati, "Iyo, men siap. Lah ini, siap idak, nak istirahat. Zzzzz."
Aku belajar bahkan sampai 4 jam sebelum Tes SNMPTN dimulai.
Tidak persis belajar tepatnya, karena aku tidak bisa tidur, dan masih banyak yang tidak aku mengerti, sehingga harus aku bahas terus – menerus.
Belajar itu pun sekalian dengan menonton TV dan mengobrol dengan Kakak – Kakakku.

Pukul 03.00 Wib aku sudah bangun, lalu menunaikan Sholat Tahajjud, dan belajar lagi. Sekedar membahas ulang soal – soal Try Out yang ada. Aku tidak belajar Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, bahkan TPA. Aku hanya membahas Matematika Dasar. Hahaha :p

Aku tidak lagi tidur. Setelah waktu subuh tiba dan menjalankan kewajiban seperti biasa, aku bersiap – siap menuju medan perangku.

Tak tanggung – tanggung Pukul 06.20 aku sudah tiba di lokasi, hahaha. Kesannya sudah siap sekali, padahal di dalam hati, masih sangat banyak yang belum dipelajari.

Daripada “ngak ngok” di dalam kelas, khusunya di baris depan, aku memilih menuju Mushola dan menunaikan Sholat Dhuha.

Tragis sekali. Karena di Mushola sepi, tepatnya hanya aku sendiri, ketika aku berwudhu dan air perlahan-lahan berhenti, aku tidak bisa meminta tolong dengan siapa pun. Aku memanfaatkan sedikit air yang keluar itu dan akhirnya selesai juga mengambil air wudhu. Tak tahu sah atau tidak wudhuku itu, aku lalu menjalankan sholat dhuha.

Pukul 07.30 tiba, dan aktivitas ujian berjalan seperti ujian biasa.
Ketika aku sedang asyik menjawab soal – soal TPA, suara pengawas mengusik konsentrasiku.

“Nak, isilah jawabannyo, tinggal 5 menit lagi.”

Helloooooooooo... !!!
Apa yang Ibu itu katakan?
Apa Ibu itu bohong?
Atau dia berpura-pura?
5menit lagi?
300 detik lagi maksudmu, Bu?

Aku kaget setengah mati. Belum ada satu pun jawaban yang aku bulatkan. OH, NO! Aku bergegas membulati jawabanku. Tapi, tanganku gemetar hebat. Aku sampai tidak kuasa mengendalikannya. Badanku merinding, aku ingin buang air kecil, aku ingin menangis, dan ingin yang lain – lain. Bulatan jawaban itu pun tidak sempurna. Aku hapus lagi. Aku ulangi, dan sedikit lebih baik. Bayangkan saja, ada sekitar 60 jawaban yang belum aku lingkari ! dalam 300 detik ! yang berarti, 5 detik setiap jawaban, belum lagi ditambah rasa panik, dan sedikit desakan dari pengawas. Untungnya, pengawas itu baik, mengumpulkan LJU teman-teman yang lain, dan lalu, ketika aku membulati jawaban terakhir, Ibu itu bilang,

“Waktunya sudah habis, Nak. Nanti ada kecemburuan!

Alhamdulillah. Untung Ibu itu mengambil LJUku tepat setelah aku membulati jawaban terakhir. Aku melihat ke sekitar, beberapa pasang mata melihatku. Hehehe. Maaf, ucapku dalam hati. Aku shock sekali. Kesalahan ini jangan sampai terulang lagi, KAPANPUN!

Dan, rupanya aku juga baru sadar, penyebab lain keteledoranku, yaitu jam tanganku yang mati. Hahaha. Bagus sekali. Pantasan saja ketika ujian berlangsung, aku merasa waktu berjalan sangat lambat.

Ujian hari kedua hampir tak jauh berbeda dari hari yang pertama. Tapi kali ini, aku tidak lupa waktu. Tapi, masih ada saja keteledoranku, aku lupa membawa pena #gubrak. Hahaha.

Dengan rasa malu yang aku tutup – tutupi, aku meminjam pena dengan pengawas. Untungnya, pengawas itu sangat baik, pengawas yang sama dengan kemarin.

Aku tinggal menunggu hasilnya 30 Juni nanti, semoga seperti apa yang diharapkan aku dan keluargaku, khususnya Orangtuaku :*
Special for :     - MyLife
-“Pengawas SNMPTNku yang baik dan tidak sombong” :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

La vita é bella ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review