Seperti yang Anda tahu, bahkan mungkin Anda alami, tiga tahun menempuh pendidikan tidaklah mudah.
Jika beberapa tahun yang lalu, kelulusan siswa-siswi ditentukan dalam empat hari ujian, sepertinya kami berhak mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena sistem penilaian kami tidak seperti itu. Sistem penilaian kami diikutsertakan juga hasil nilai rapor dan nilai Ujian Akhir Semester.
Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menuntut ilmu, apalagi dengan berbagai ocehan guru yang sebenarnya tak lain untuk menjadikan kita lebih baik dan sukses. Tapi, yah jika tidak "memberontak" bukan murid namanya. Tiga tahun ini, aku mendapatkan pendidikan organisasi yang cukup baik, pengalaman kebersamaan yang lebih dari cukup, serta pendidikan yang luar biasa dari guru-guruku tercinta.
Sehari sebelum pengumuman tiba, tepatnya tanggal 15 Mei 2011, aku memang tidak merasakan apa-apa. Deg-degan, takut, khawatir, tidak ada dalam pikiranku saat itu. Hingga akhirnya, sepulang dari "pekerjaanku", banyak teman dan juga keluargaku menanyakan bagaimana kabar tentang pengumuman besok. Aku hanya menjawab enteng bahwa memang belum ada pemberitahuan yang jelas tentang itu.
Tibalah pukul 21.00 WIB, aku penasaran iseng-iseng membuka web yang telah diberi oleh temanku melalui SMS. Tidak ada kejelasan disana. Semakin lama, semakin banyak yang membahas tentang itu, di Twitter pun tak kalah heboh,bahkan rata-rata temanku membahas tentang itu juga dan berdo'a untuk kelulusan kami besok. Aku pun terdiam dan berpikir. Apa yang aku lakukan sekarang? Hanya duduk diam menunggu besok pukul 15.00 tiba? Apa sebegitu yakinnya aku untuk LULUS? Aku tiba-tiba merasa begitu sombong dan angkuh. Dan sejak itu pula, aku mulai menjalankan akal sehatku. "Mari berpikir dan bersikaplah layaknya Siswi yang akan menghadapi Pengumuman Kelulusan".
Aku mulai mencari-cari di Google yang dapat menghubungkanku dengan Website Hasil Ujian Nasional.
Sampai pukul 23.00, aku juga tak kunjung tidur, menatap layar komputer sambil terus mencari-cari.
Tak lama kemudian, aku akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pencarianku dan beranjak tidur.
Pukul 03.00 pagi, aku terbangun dari tidurku. Dan langsung menuju komputer dan menyalakannya. Karena loadingnya yang setengah mati lamanya, aku langsung mematikannya. Jengkel sekali aku ketika itu.
Aku mengobati rasa jengkelku dengan berdiskusi dengan-Nya.
Perasaan apa yang sedang menjalariku sekarang? Rasa tidak percaya diri yang begitu tinggi. Berbanding terbalik sekali dengan yang kurasakan beberapa hari sebelumnya. Bagaimana jika aku tidak lulus? Karena cukup banyak fenomena seperti itu, walaupun memiliki kemampuan akademik yang cukup bagus, kadang tidak lulus. Bagaimana masa depanku nanti jika hal itu yang akan menjadi kenyataan? Pertanyaan-pertanyaan bodoh seperti itulah yang memenuhi kepalaku. Hingga akhirnya, setelah aku menunaikan Sholat, aku merasa cukup tenang, dan dapat kembali tidur.
Biasanya, di pagi hari seperti ini, aku enggan sekali untuk bangun. Biasanya, harus dan butuh sekitar 20 panggilan malah bisa dikatakan perintah dari Mamaku yang berbunyi " Ndang, Bangun!", beberapa ocehan, bahkan terkadang secentong air untuk membangunkanku, tetapi pagi itu, tepatnya tanggal 16 Mei 2011, dengan sebuah panggilan " Ndang, bangun. Liatlah dulu, lulus dak?", aku langsung terbangun dari tidur nyenyakku. Langsung berdiri, tanpa sempat merapikan tempat tidur, dan kembali menuju komputer. Oh iya, perlu aku beritahu, aku belum mempunyai website untuk menemukan hasil Ujianku itu, jadi bisa dikatakan, usahaku itu sia-sia saja.
Selama menunggu komputerku yang Lo-La(Loading Lama,red), aku mengambil air wudhu dan menunaikan sholat Subuh. Kembali lagi menekuri komputerku, adalah pekerjaanku berikutnya. Tiba pukul 06.00, aku baru beranjak dari komputer dan menyiapkan pakaian yang akan aku kenakan nanti,dan tak lupa merapikan tempat tidur (untuk tugas ini, tergantung mood yang aku punya).
Tujuh jam berikutnya, aku menjalankan pekerjaan rumahku, seperti melipat pakaian, mencuci piring (ini bukan tugasku, kakakku yang memiliki pekerjaan ini sedang menjalankan proses pembuatan KTP-ku), dan lain sebagainya. Anehnya, sempat-sempatnya aku tidur selama satu jam sembari menunggu Pukul 15.00.
Pukul 13.30, aku bersiap-siap dan tak lupa membeli Spidol dan Cat Pilox. Butuh waktu yang cukup lama menahan keinginan untuk mencoret-coret sampai Mamaku keluar dari kelas dan membawa sebuah amplop yang berisikan :
Aku LULUS. Kalimat yang sangat aku tunggu. Yah, aku Lulus, dan kebahagiannya menjadi lengkap dengan Lulusnya 100% sekolahku :)
Sedetik kemudian, aku langsung menghambur dengan teman-temanku dan memulai aksi coret-mencoret. Bau yang menusuk, kegembiraan yang tak terbendung, sorak-sorai,celotehan,dan semua dirasakan saat itu. Tapi, maaf tidak ada aksi tangis-menangis disini, cukup untuk Perpisahan kemarin.
Kamera dimana-mana, senyum sana, senyum sini, menghampiri teman sambil membawa spidol atau pun cat pilox hampir dilakukan oleh seluruh teman-teman yang berada di sekitarku. Akrab tidak akrab, semuanya minta tanda tangan. Dan hasilnya :
Satu langkah untuk maju. Pintu pertama telah terbuka dan kami harus siap untuk menuju pintu berikutnya. Jenjang yang lebih tinggi untuk meraih mimpi maupun cita-cita yang tak lain untuk membahagiakan keluarga khususnya kedua orangtua.
Tidak lulus bukanlah akhir dari segalanya. Allah pasti memiliki rencana lain dibalik itu semua dan itu adalah yang terbaik untuk kita.
Sukses untuk yang dinyatakan Lulus dan Jangan pernah menyerah untuk yang gagal pada kesempatan ini.
visitors
Followers
Blog Archive
Senin, 16 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar