Mari kita flashback ke awal aku menuju masa SMA. Masa dimana banyak orang katakan adalah masa-masa indah dan tak akan terlupakan.
Setelah mengikuti MOS dan segala sesuatunya, aku mulai mencari teman. Mencari teman tidaklah mudah, apalagi teman yang dapat mengerti diri kita.
Tapi, untungnya aku dapat menemukan “mereka” dengan bantuan Organisasi yaitu “OSIS”. Organisasi Siswa Intra Sekolah. Organisasi paling tinggi dalam lingkup sekolah. Ketinggian namanya pun berimbang dengan kewajiban yang harus kami jalani sebagai anggota di dalamnya.
Berawal dari jumlah kami sebanyak kurang lebih 29 orang. Sampai akhirnya di akhir tahun pelajaran kelas 1, kami tersisa 6 orang. Miris bukan? Hahaha..
Masa-masa junior adalah masa-masa yang paling sulit menurut kami ketika itu. Harus mengikuti Senior, menjalankan tugas dengan baik, dan lain sebagainya. Pada masa ini, kami sangat mendambakan menjadi seorang senior. Tanpa kami sadari akan ada “tugas” baru yang lebih berat dari yang kami rasakan sekarang. Jika salah satu junior ada yang berperilaku tidak baik, Pembina kami pasti menyalahkan senior kami yang seolah-olah tidak becus mengajari kami. Kemarahan itu tidak ditumpahkan kepada kami, tetapi kepada senior kami yang sudah kami anggap sebagai kakak kami sendiri. Sok sibuk adalah ejekan yang terlalu sering kami dapatkan. Karena banyak sekali kegiatan-kegiatan yang harus kami selesaikan. Diantara kami juga ada yang nilainya menurun karena terlalu sering tidak masuk kelas. Pro dan kontra benar-benar menghampiri. Pro dari mereka yang tahu apa yang kami kerjakan dan mendukung kami, serta kontra dari orang-orang yang menganggap apa yang kami kerjakan itu menyita waktu belajar kami. Teman maupun guru ada di pro dan kontra. Ada juga yang netral, dan tak terlalu memikirkan apa yang kami lakukan.
Lalu masa senior datang. Tugas yang kami emban rupanya lebih besar dari sebelumnya. Sikap yang tidak baik yang dilakukan junior kami, kami yang menanggung akibatnya. Wah, tak seperti yang dibayangkan. Aku saja sampai harus rela mendapat rangking 10 akibat kesibukanku di Osis. Ocehan dari orangtua didengar, masuk telinga kanan, dan langsung memantul keluar tanpa sempat menyisip satu pun. Haha.
Guru-guru mulai banyak yang memberi nasehat,ocehan,petuah, dan lain-lain. Kelakuan junior yang kadang menyesakkan dada. Terbersit di benakku, “ Inilah yang kakak-kakak kami pernah rasakan.” Aku tidak bisa berhenti sampai disini. Dan aku melanjutkan dengan sepenuh hati.
Dan akhirnya, “masa kejayaan” kami berakhir. Kami menuju kelas 3. Masa-masa sulit menjadi siswa SMA. Dan tidak ada lagi tugas-tugas organisasi yang boleh kami urus. Kami è FREE. Proses-proses yang ada dalam 2 tahun masa-masa indah itu sungguh membekas di dalam hati. Aku merasakan arti persahabatan yang sesungguhnya dengan mereka. Mereka menerima aku apa adanya, dan begitu juga aku.
Dan inilah 6 formasi kami yang sekaligus menjadi belahan jiwaku.
1. Anugrah Adhiguna Pangindoman
Ketua OSIS yang satu ini memiliki sifat manja dan egois berkat statusnya sebagai anak bungsu di keluarganya. Pintar sekali ngeles dan membuat pembicaraan menjadi lucu. Sosok yang tegap dan dibanggakan orangtuanya karena berhasil menjadi PPI. Kadang-kadang pelit dan sering sekali mengejek adalah salah satu kelakuannya yang sangat menjengkelkan hati. Tapi, laki-laki yang biasa kami panggil Aan ini adalah teman sekaligus sahabat yang sangat baik dan akan dirindukan.
2. Naufal Irfan
Laki-laki yang baik ini memiliki sikap paling dewasa diantara kami. Selalu menjalankan tugasnya dengan baik dan memiliki tanggung jawab yang penuh. Tetapi, sikapnya juga kadang menjengkelkan apalagi egonya yang cukup tinggi. Kalau sudah berdebat, aduh, lebih baik mengundurkan diri deh. Salah satu yang sedikit alim diantara 2 laki-laki yang lain, ingat, sedikit! Mengalami perdebatan dengannya adalah salah satu yang mesti dihindari dan moment tak mengenakkan bersamanya.
3. Delon Dalair
Pendaki yang satu ini adalah satu-satunya sahabatku yang cuek, tapi terlihat melawak. Aneh, bukan? Yah, aneh sekali. Hanya dengan sikap cueknya saja, bisa membuat kami tertawa. Orang yang sukses dalam “mencugakkan” orang lain. Ekspresi-ekspersinya benar-benar langka untuk ditemukan. Curhat-curhatan dengannya moment yang akan selalu terkenang. Masa-masa sulit adalah masa-masa mengajarinya Matematika. Haha. Perlu kesabaran penuh karena akan ada pertanyaan-pertanyaan baru yang dilontarkannya.
4. Wahyu Indah Astriani
Sekretaris yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Cekatan dan rapi. Salah satu DUTA operator ini, merupakan anggota SMASHBLAST. Seperti orang gila kalau sudah melihat idolanya. Perempuan yang lebih sering dipanggil Indah ini, adalah cewek pendiam yang banyak menyimpan rahasia. Kalau marah, tidak langsung diluapkan dan lebih memilih untuk dipendam dalam hati. Maka dari itu, tak aneh jika tiba-tiba ia diam, yang berarti ia sedang marah atau menyimpan sesuatu, atau sedang kecewa dengan seseorang. Ini adalah sifatnya yang tidak aku sukai. Bukannya memendam kemarahan itu bisa mengganggu kesehatan jiwa?? :p
5. Endang Syahfitri Harahap
Aku menduduki posisi sebagai Bendahara di OSIS. Tugas yang sangat berat menurutku. Aku adalah sosok perempuan yang sangat mudah marah, yang berbeda sekali dengan Indah. Aku tidak suka memendam sesuatu (kecuali, cinta :p). cerewet dan egois adalah sifat yang belum bisa aku kurangi sampai dengan sekarang. Sangat sulit diajak jalan-jalan dengan alas an “uang”. Hahaha.
6. Oktarianti Nur Shabrina
Manusia paling gaul ini adalah Ocha yang banyak dikenal orang. Temannya menjalar kemana-mana. Hingga tak heran jika kami sedang berada di jalan, ada saja yang menegurnya. Cantik dan memiliki body yang Alhamdulillah adalah salah satu kelebihannya. Ocha ini juga pintar sekali ngeles, tapi kadang enggan jika diajak les (idak woo, maen-maen). Tangisannya bisa membelah dunia. Haha. Perhatian, ramah, adalah kelebihannya yang lain yang membuat dia disenangi banyak orang.
Itulah tadi mereka. Kelima orang yang mengajarkanku arti persahabatan yang sesungguhnya. Aku benar-benar beruntung bisa mengenal mereka dan menjadikan mereka belahan jiwaku. Aku tak mungkin menemukan mereka di belahan dunia manapun, karena mereka hanya ada disini. Di hatiku yang paling dalam :) :*.








0 komentar:
Posting Komentar